Siang ini, warga setempat bersama jajaran perangkat kelurahan berkumpul untuk melaksanakan tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai wujud syukur atas berkah alam dan kerukunan masyarakat, Senin (11/5).
Acara yang dimulai tepat pukul 11.00 WIB ini menjadi momen spesial karena mempertemukan seluruh elemen masyarakat dengan para pemimpin wilayah dalam suasana yang sangat akrab.
Kehadiran Aparat Kelurahan Perkuat Silaturahmi
Berbeda dengan sekadar seremoni biasa, kegiatan kali ini dihadiri langsung oleh sejumlah aparat Kelurahan Mondokan. Kehadiran mereka di tengah warga menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas Bumi Wali.
"Kehadiran kami di sini adalah bentuk apresiasi terhadap kekompakan warga Mondokan. Sedekah Bumi ini bukan hanya ritual, tapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat kelurahan dengan masyarakat," ujar salah satu perwakilan kelurahan saat memberikan sambutan singkat.
Prosesi di Makam Barat Kedaton
Lokasi Makam Barat Kedaton dipilih karena nilai sakral dan historisnya bagi warga. Puluhan tumpeng dan gunungan hasil bumi ditata rapi di pelataran makam sebelum akhirnya didoakan bersama.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam pelaksanaan acara:
Waktu: Dimulai pukul 11.00 WIB (Puncak acara doa bersama).
Peserta: Seluruh warga Mondokan dan jajaran perangkat/aparat kelurahan.
Tujuan: Syukur atas hasil bumi, keselamatan desa, dan penghormatan kepada leluhur.
Tradisi Berbagi "Ambeng"
Setelah doa khusyuk dipanjatkan, warga dan aparat kelurahan duduk bersila bersama untuk menikmati hidangan yang dibawa. Tradisi tukar-menukar ambeng (tumpeng) menjadi simbol bahwa tidak ada sekat antara pemerintah dan rakyat; semua menyatu dalam satu nampan rasa syukur.
Warga terlihat sangat antusias. Mereka berharap dengan dukungan penuh dari aparat kelurahan, tradisi seperti ini dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata religi serta budaya di wilayah Tuban.